- Posted by : SMA NEGERI 1 GROBOGAN
- on : June 11, 2026
Grobogan — Halaman SMA Negeri 1 Grobogan tampak lebih semarak dari biasanya. Puluhan siswa bersama guru dan tenaga kependidikan turun langsung ke lahan sekolah, tangan-tangan muda mereka menggenggam bibit pohon yang siap ditanamkan ke bumi. Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini adalah bagian dari program nasional FOLU Goes to School — sebuah gerakan yang mengajak generasi muda sekolah menengah untuk ambil bagian nyata dalam mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan penanaman pohon dan penghijauan di lingkungan SMAN 1 Grobogan ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan sekolah terhadap target FOLU Net Sink 2030, program pemerintah Indonesia untuk menekan emisi karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Lahan sekolah yang cukup luas dan sebelumnya belum pernah diintervensi kegiatan apapun menjadi modal utama yang dimanfaatkan sebaik-baiknya — sebuah keputusan yang mencerminkan integritas sekolah dalam memastikan setiap jengkal manfaat benar-benar dirasakan dari awal hingga akhir.
Sebelum penanaman dimulai, para siswa mendapat pembekalan materi tentang perubahan iklim, peran pohon dalam menyerap karbon, serta teknik penanaman dan perawatan yang benar. Para guru hadir bukan sekadar mendampingi, melainkan menjadi teladan langsung — ikut mencangkul, ikut menanam, ikut berkeringat bersama siswa. Sesi ini menegaskan bahwa kepedulian bukan cukup diucapkan, ia harus dicontohkan.
"Saya bangga melihat anak-anak kita hari ini. Mereka tidak sekadar menanam pohon — mereka sedang menanam karakter. Dan saya percaya, pohon-pohon ini kelak akan tumbuh sebagai pengingat bahwa mereka pernah hadir dan berbuat baik untuk bumi," tutur Djoko Priyanto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMA Negeri 1 Grobogan.
Yang membuat kegiatan ini berbeda adalah semangat tanggung jawab yang mengalir dari seluruh komponen sekolah. Kepala sekolah hadir memimpin langsung, guru-guru terlibat penuh tanpa terkecuali, tenaga kependidikan mendukung kelancaran di lapangan, dan siswa bergerak dengan kesadaran — bukan karena diperintah, melainkan karena mereka memahami mengapa hal ini penting. Proses koordinasi antarsiswa yang dibangun secara bertahap pun memperkuat pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan tugas satu pihak saja.
Meski sebagian lahan membutuhkan pengolahan lebih dulu sebelum siap ditanami, tidak ada yang menyerah di tengah jalan. Justru di sinilah integritas warga sekolah diuji dan terbukti — bahwa komitmen tidak hanya kuat saat kondisi mudah, tetapi tetap kokoh saat tantangan datang.
Sebagai tindak lanjut, sekolah membentuk kelompok siswa peduli lingkungan yang akan bertugas merawat dan memantau pertumbuhan pohon-pohon yang telah ditanam secara rutin dan terjadwal. Setiap siswa dalam kelompok ini memegang tanggung jawab nyata atas pohon yang ia tanam sendiri — sebuah pendekatan yang menjadikan kepedulian bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup sehari-hari.
Kegiatan FOLU Goes to School di SMAN 1 Grobogan menjadi bukti nyata bahwa sekolah yang berintegritas bukan hanya yang unggul dalam nilai akademik, tetapi yang mampu menggerakkan seluruh komponennya untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan. Di sini, pohon bukan sekadar ditanam — ia dirawat, dijaga, dan dihidupi bersama oleh sebuah komunitas sekolah yang percaya bahwa kebaikan kecil hari ini adalah warisan besar untuk generasi mendatang.
